Cerita Icha

Ramadhan WritingProject #4: Hijrah

Seseorang, sudah lama sekali mengenal rokok. Hingga suatu hari, ia terjaga dari bangunnya pada dini hari dan memanggil ibunya. Ia ceritakan apa yang ia keluhkan, sesak yang amat terasa sesak, sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, tubuhnya terasa sangat dingin, dan peluhnya membasahi sekujur tubuhnya. Dini hari itu juga, ia bilang pada ibu, “Aku ingin berubah, aku ingin bertaubat pada Allah, aku tak ingin mencicipi rokok lagi.”, begitulah tekadnya.

Dulu, shalat yang terkadang bolong-bolong saat sibuk meyertai, namun menjelang puasa mampu sempurna ia kerjakan 5 waktu sehari semalam. Tak hanya itu, ia menerima panggilan sholat dengan tepat waktu sekali. Jika terdengar adzan ia buru-buru berwudhu. Indah sekali melihat semangatnya. Semangat hijrah!

Kini, sudah Ramadhan malam kelima, tilawahnya melejit, mengalahkan kakak-adiknya yang lain. Ia terlihat bersungguh-sungguh sekali. Metode yang ia terapkan adalah membaca Al-Qur’an tiap sehabis sholat beberapa lembar untuk mencapai targetnya khatam Al-Qur’an di bulan Ramadhan.

Dan tadi siang, terdengar ia bilang sesuatu yang membuat siapa saja merinding.

“Ternyata membaca Al-Qur’an itu menyenangkan. Adiktif ya?!”

Ah benar sekali apa yang ia bilang, Al-Qur’an mampu memberi ketenangan bagi siapa saja yang mau membacanya.

Sekarang, tak lagi rokok yang membuatnya ketagihan, Al-Qur’an pun menggantikannya. MasyaaAllah.

Semoga istiqamah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s