Turki Hari #1 dan #2 “Nancy-Paris-Istanbul”

Dari semalam suami saya sudah sangat sibuk dengan banyak hal. Memastikan barang-barang yang akan dibawa, bersih-bersih rumah, membayar booking hotel dan lain sebagainya. Memang, kalau mau jalan-jalan begini, yang paling khawatiran itu suami hihi. Sampai-sampai Alfi tidur larut malam sekali. Rasa khawatir dan cemas yang berlebihan membuat ia sulit tidur. Tapi, saya benar-benar berterimakasih sekali sama suami saya tercinta ini, sudah sangat dengan sempurna menyiapkan perjalanan ini agar lancar dan tidak ada kendala yang berarti.

Seusai kami shalat shubuh, saya memasak untuk sarapan di pagi hari dan menyiapkan bekal kami selama di perjalanan, biar lebih hemat. Juga, sekalian menghabiskan frozenfood yang ada di kulkas. Sambil saya masak, Alfi bersih-bersih (lagi) dan meyiapkan keperluan-keperluan penting seperti passport, uang koin untuk naik bis, dan dokumen-dokumen penting lainnya. Ah ya, kami membawa satu koper kecil yang berisi pakaian saya, satu ransel 26L berisi pakaian Alfi, dan satu ransel kecil berisi dokumen-dokumen penting yang dibutuhkan selama perjalanan.

Pukul 7 pagi, kami sudah siap untuk berangkat ke arah stasiun dengan tram. Lagi-lagi kami memilih menggunakan jasa car sharing sebagai transportasi  ke Paris. Perjalanan ke Paris ditempuh kurang lebih 4 jam. Mobil berhenti di dekat stasiun metro dan saat itu juga kami berpisah dengan pasangan suami istri. Ah ya, kami memang sengaja untuk datang sehari sebelum keberangkatan kami ke Turki. Pasalnya, karena kami ingin berkeliling Paris kembali, ke tempat yang mungkin belum sempat dikunjungi. Tujuan kami waktu itu adalah lokasi syutingnya film Inception yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio (yang secara tak sengaja kami telusuri), Menara Eiffel, Arc De triomphe sekaligus Champs-Elysées, The Place de la Concorde dan kawan-kawan, serta Sacre Coeur. Dengan alasan langit lagi cerah dan membiru, kami ingin poto-poto (lagi) di depan Eiffel,hehe. Menelusuri Champs-Elysées awalnya tidak terlalu niat, tapi ketika ke Paris waktu yang lalu, kami tak sempat jalan-jalan di jalanan mewah dan padat ini. Kami  pun masuk ke salah satu toko dan membeli kemeja untuk Alfi. Untuk makan sore sekaligus malam, kami memilih ke arah Sacre coeur karena disana ada restoran yang menjual ayam krispi macam kaefci dan tentu saja berlabel halal. Restoran ini benar-benar saya rekomendasikan kalau ke Paris. Selain dekat dengan pusat yang ramai dikunjungi turis, porsinya pun banyak, dan paling penting harga standar, sekitar 6-7 euro satu porsi yang terdiri dari 2 potong ayam (kalau tidak salah) dan kentang goreng. lumayan melepas kerinduan akan ayam goreng KFC. hehe.

DSC_0110
salah satu lokasi syuting Inception. udah mirip Leonardo DiCaprio belum?
DSC_0122
liat-liat kapal
DSC_0147
Eiffel tower dari sudut lain
DSC_0183
post wedding ala-ala
DSC_0221
jilbab traveller heuhe
DSC_0299
musim panas ajang nongki-nongki

Pesawat kami berangkat dari Paris Orly International Airport (ORY) pada pukul 7 pagi dan tiba pada pukul 11 pagi di Bandar Udara Internasional Istanbul Sabiha Gökçen. Setelah keluar dari gedung bandara, kami langsung naik bis yang akan mengantar kami ke suatu tempat yang saya lupa namanya, yang jelas kami turun di dekat stasiun metro. Dari stasiun metro inilah, kami melanjutkan perjalanan menuju terminal bus. Setiba disana, kami langsung  mencari tiket bus untuk perjalanan kami menuju Selcuk pada hari itu juga. Di terminal bus, biasanya juga banyak calo-calo dan kita juga bisa membandingkan harga dari perusahaan bus yang satu dengan yang lainnya. Waktu itu kalau tidak salah kami mendapatkan harga tiket 60-70 TL per orang. Rata-rata memang harga tiket berkisaran segitu. Tapi karena fitrahnya wanita yang gak mau rugi, 5 atau 10 TL saja selisihnya sudah membuat jengkel di hati haha.

Keberangkatan kami ke Selcuk pada pukul 8 malam. Kebanyakan perjalanan dari satu kota ke kota lain yang jarakya cukup jauh selalu dilakukan pada malam hari. Sambil menunggu jam keberangkatan yang masih ada sekitar 6 jam lagi, maka kami memutuskan untuk menitipkan barang-barang kami di tempat travel dan kemudian mencari makan. Di sekitaran terminal dan stasiun banyak sekali tempat makan. Akhirnya kami memilih sebuah warung makan dengan banyak pilihan. Karena sudah sangat lapar sekali, kami berdua memesan nasi dengan lauk pauk khas turki. Bagi saya pribadi, makanan Turki enak-enak dan lumayan cukup ada “rasa” nya dibandingkan makanan eropa pada umumnya.

Setelah puas makan di warung nasi (?) dan membeli dondurma (nama es krim di Turki), kami mencari masjid di sekitaran sana. Mudah sekali menemukan masjid di Istanbul. Masjid-masjid khas Turki memang identik dengan minaret yang menjulang tinggi. Dari kejauhan kita pun bisa melihat dimana masjid berada. Alhamdulillah, saat itu, masjid tidak jauh dari terminal bus. Disana, kami melakukan shalat jama qasar ashar-dzuhur. Waktu itu masjid sangat sepi, karena mungkin sudah lewat waktu shalat berjamaah. Saya menuju ke lantai 2 sedangkan Alfi di lantai 1. Usai saya melakukan shalat, saya duduk-duduk mengamati sekitar dan kemudian merinci pengeluaran dalam 2 hari ini. Di tengah itu, saya merasakan capek dan ngantuk yang luarbiasa. Akhirnya saya berbaringan dan secara tidak sadar saya ternyata tertidur. Bangun- bangun saya kaget, sudah hampir satu jam saya ketiduran dan jam menunjukkan semakin mendekati keberangkatan kami ke Selcuk. Saya langsung beres-beres (memasukkan mukena, buku, serta alat tulis), lalu menuju ke bawah. Yang saya heran, kenapa Alfi tidak mencari saya, atau apakah Alfi sekarang sedang mencari saya, atau mungkin karena Alfi tidak mau mengganggu saya, maka ia menunggu saja di luar masjid. Setelah memasang sepatu, saya melihat tidak ada Alfi di luar. Saya makin panik dan hampir saja menangis ketika itu. Saya tanya ke petugas yang memang sedang duduk-duduk di masjid, apakah melihat suami saya? mungkin dia heran dan bertanya “Suami lo yang mana? meneketehe”. huks. Si petugas itu pun menggelengkan kepalanya, dan bilang tidak melihat siapa pun dari tadi (maksudnya yang bermuka asia).  Saya putuskan untuk masuk ke lantai 1 (tempat ikhwan shalat), tapi, saya juga tak melihat Alfi. Kepanikan saya semakin menjadi-jadi. Saya bingung. Air mata saya tiba-tiba menetes. Yang ada dipikiran saya waktu itu adalah, Alfi sedang mencari saya juga, tapi ke arah terminal atau stasiun. Di tengah air mata yang sudah membasahi pipi itu, akhirnya saya beranikan diri lagi masuk ke tempat shalat ikhwan. Saya cari dengan lebih teliti dan seksama. Dan taraaa, saya menemukan Alfi tidur di balik tiang yang lebar. Ah pantes saja, saya tidak bisa menemukan dia sebelumnya, karena kalau dilihat secara sekilas saja, kita tidak akan menyadari ada orang disana. Yang saya ingat selain tiang yang besar juga ada semacam pembatas tirai dan juga, itu dipojok sodara-sodara . Suami saya tak kalah kagetnya ketika saya bangunkan dan memberi tahu sekarang pukul berapa. Hanya ada waktu sekitar 20-30 menit menjelang keberangkatan. Kami buru-buru ke terminal bus dan bersyukur, bus masih siap menunggu kami karena memang masih sisa 10 menit lagi sebelum keberangkatan hehe. Alhamdulillah. Di bus kami pun saling bertukar cerita kenapa sama-sama tertidur di masjid. Yang awalnya saya sempat menitikkan air mata, hingga akhrinya saya pun tertawa, menertawakan kebodohan kami berdua. haha.

DSC_0003
interior dalam masjid
DSC_0017
bentuk bangunan masjid
DSC_0018
Terminal bus

Perjalanan kami tempuh selama 12 jam. Tapi, dengan fasilitas bus yang bagus, seperti adanya layar televisi di setiap bangku, makanan/snack gratis serta minuman, sopir yang tidak kebut-kebutan, membuat perjalanan terasa nyaman sekali. Dan perjalanan di malam hari adalah tepat sekali untuk membuat perjalana terasa singkat karena selama di bus dapat dihabiskan untuk tidur. hehe. Selain menggunakan jalur darat, juga ada kapal Ferry yang membantu menyebrangi bus-bus menuju Selcuk. Kita dapat menikmati pemandangan lampu-lampu kota di malam hari dari atas kapal ini. Terasa indah sekali.

DSC_0093.JPG
siap-siap naik kapal ferry

Selcuk, We are coming!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s